Lombok - [MASA TANGGAP BENCANA USAI, DAN MASALAH-MASALAH BARU PUN DIMULAI...]
Seorang teman dari KLU (Kabupaten Lombok Utara) mengirimkan pesan ke telepon genggam saya. Isinya cukup panjang. Ia bercerita tentang situasi yang dialaminya di tenda pengungsian. Sebuah kondisi yang mungkin belum banyak dari kita para donatur tahu. Bahwa betapa penyaluran bantuan yang tidak merata itu menimbulkan masalah-masalah baru.
Tidak bisa dipungkiri, pada situasi genting seperti ini, sifat-sifat asli manusia akan terlihat semua. Sebab siapa yang bisa menahan, kala perut sedang menuntut untuk diisi? Atau untuk urusan kebutuhan-kebutuhan mendesak lainnya, MCK misalnya.
Ketika bantuan tidak merata, sikut-sikutan pun terjadi. Bicara di belakang, omong sana sini yang memilukan hati, tidak dapat dipungkiri. Seolah lupa, bagaimana kemarin saat gempa besar mengguncang, mereka sama-sama berlarian menyelamatkan diri, bahu membahu, pun saling menguatkan dengan bergenggaman tangan yang erat.
Tapi demikianlah kenyataannya sekarang. Terlebih lagi masa tanggap bencana telah dinyatakan usai. Mau tidak mau, mereka harus bergerak. Bekerja keras dan memaksa lupa babajhwa sudah tak punya apa-apa. Pundi pundi rupiah harus terus dikumpulkan. Agar keluarga bisa tetap makan dan kehidupan dapat kembali dilanjutkan.
Teman-teman donatur tentu tidak akan melulu membantu, bukan? Pemerintah juga tidak mau disalahkan, toh Indonesia tidak hanya tentang Lombok. Masih banyak urusan yang perlu diselesaikan. Jika tidak bangkit sekarang, maka sampai kapan?
26/8/2018
Sumber :
taufanrahmadi (instagram)
Salurkan donasi :
Bank mandiri 1610004122557
an : Kemas Omi Andrian
Konfirmasi : 0081958885613 / 082339218855 (wa)
YAYASAN GARUDA MANDIRI
BANTU BAGIKAN


