Gempa 7,4 magnitudo serta tsunami yang menerjang Donggala dan Palu membekaskan duka dalam bagi korban yang kehilangan keluarga serta tempat tinggal mereka.
Sedikitnya, 844 orang meninggal akibat bencana ini.
(Foto oleh: Tim Tanggap Bencana Wahana Visi Indonesia)
Tercatat hingga Minggu (30/9) malam, data korban jiwa yang sudah mencapai 1.203 jiwa. Evakuasi korban masih berlangsung hingga saat ini.
BNPB menyebut jumlah pengungsi sementara ini mencapai lebih dari 48.000 jiwa. Mereka tersebar di 103 titik posko evakuasi.
Data tersebut masih memungkinkan bertambah, mengingat saat ini masih banyak warga yang selamat namun kehilangan tempat tinggal.

Kami, Wahana Visi Indonesia (WVI), merasakan kesedihan yang dialami warga Donggala dan Palu.
Saat ini, kami memiliki kantor operasional di Palu. Sebanyak 38 staf bekerja di Area Program Donggala dan WVI memiliki kurang lebih 3.649 penerima manfaat/anak asuh di wilayah Palu dan Sigi.
(Foto oleh: Tim Tanggap Bencana Wahana Visi Indonesia)
Oleh karena itu, kami tak berdiam diri atas bencana yang terjadi di Donggala dan Palu. Tim Tanggap Bencana WVI ikut menyalurkan program bantuan, terutama untuk para anak korban bencana.
Saat ini staf WVI memfasilitasi kegiatan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Dalam kondisi seperti ini, WVI berusaha untuk mengutamakan pemenuhan makanan bergizi untuk anak disesuaikan dengan bahan makanan yang tersedia.
Banyak warga yang kehilangan bahan makan, sulit mengakses air karena pipa rusak. Bangunan rumah sakit pun hancur parah.
WVI terus melakukan pemantauan kepada seluruh staf dan warga-warga di wilayah dampingan. Kami juga turut membantu para korban pascagempa.
MARI DONASI
Kami mohon doa dari saudara sekalian, untuk saudara kita di Donggala, Palu, dan sekitarnya, yang akan menjadi kesempatan kekuatan bagi mereka menghadapi bencana ini.
Uluran tangan saudara sekalian juga akan menjadi cahaya penyelamat buat mereka yang kehilangan harap.
#PrayForDonggala, #PrayForPalu
Sumber : kitabisa.com
Sumber : kitabisa.com

